Sunday, October 19, 2014

Fried Chicken Teriyaki


Bahan-bahan/bumbu-bumbu:
1/2 ekor ayam, potong 12 bagian
2 siung bawang putih, haluskan
1 sendok teh garam
1/4 sendok teh merica bubuk
1 sendok teh minyak wijen
minyak untuk menggoreng

Bahan Pelapis (aduk Rata):
100 gram maizena
25 gram tepung beras
1 sendok teh bawang putih bubuk

Bahan Saus:
1/2 buah bawang bombay, cincang halus
2 siung bawang putih, cincang halus
75 gram teriyaki sauce
2 sendok makan eel sauce
1 sendok makan saus tiram
1/2 sendok teh merica bubuk
1 sendok teh gula pasir
50 ml air
1 sendok makan wijen sangrai
2 sendok makan minyak untuk menumis
Cara membuat:

    Lumuri ayam dengan bawang putih, garam, merica bubuk, dan minyak wijen. Diamkan 15 menit.
    Gulingkan dibahan pelapis. Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan diatas api sedang hingga matang. Sisihkan.
    Saus, tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum. Masukkan teriyaki sauce, eel sauce, saus tiram, merica bubuk, dan gula pasir. Aduk rata. Tuang air. Aduk hingga kental.
    Masukkan ayam. Aduk hingga terbalut. Sajikan dengan taburan wijen sangrai.



Untuk 6 porsi

Saturday, October 18, 2014

Resep Masakan Asinan Betawi



Resep Masakan Asinan Betawi - Asinan betawi ini berisi Taoge, wortel, mentimun, tahu, kerupuk mi, dan bumbu cuka, kombinasi yang pas untuk santapan di siang hari.

Bahan Asinan Betawi :

    200 gr tahu putih
    150 gr wortel, parut panjang
    150 gr mentimun hijau
    150 gr mentimun putih
    150 gr lokio (bawang asinan)
    4 bh kerupuk mi kuning
    150 gr taoge
    100 gr kol

Haluskan:

    3 siung bawang putih
    4 bh bawang merah
    3 bh cabai merah, rebus, haluskan
    ½ sdt terasi
    200 ml air
    150 gr gula merah
    2 sdt cuka
    150 gr kacang tanah

Pelengkap :

    Kerupuk mi kuning
    Kacang tanah goreng

Cara membuat Asinan Betawi :

    Campurkan semua bahan sayuran, rendam dalam air yang sudah ditambah cuka selama 1 jam, angkat, tiriskan.
    Haluskan bawang putih, bawang merah, terasi, cabai merah, garam, dan kacang tanah.
    Buat bumbu cuka : masak air dengan gula merah sampai mendidih, campurkan semua bahan.
    Cara penyajian : masukkan semua bahan sayuran ke dalam mangkuk, taburi kacang tanah goreng dan kerupuk mi. Siram dengan bumbu cuka.

Untuk 6 Orang

Thursday, October 16, 2014

Agar Bahan Makanan Tidak Kehilangan Gizi






Proses pengolahan dan penyimpanan bisa membuat gizi pada bahan makanan hilang atau rusak. Karena itu, perlakukan bahann makanan sebaik mungkin, jangan asal memasukkannya ke lemari pendingin. Cara mengolah makanan berpengaruh terhadap kualitas nutrisinya. Secara umum, tulis William Sears, MD, dan Martha Sears, RN, dalam The Family Nutrition Book, semakin sedikit pemrosesan, makin baik.

Nilai gizi makanan segar lebih baik ketimbang yang dibekukan, tetapi gizi makanan beku masih lebih baik dibanding makanan kalengan. Sayuran yang dibekukan sesaat setelah dipanen berisi lebih banyak vitamin daripada sayuran segar yang langsung diangkut melintasi wilayah untuk dipasarkan.

Ada sejumlah pertukaran zat gizi saat Anda memilih sayuran yang dikemas dan diproses. Contohnya, sayuran kalengan dan beku mengandung lebih banyak sodium. Satu porsi brokoli beku bisa mengandung lebih banyak betakaroten karena batangnya sudah dibuang, hanya menyisakan kuntumnya saja. Namun, brokoli ini hanya mengandung sedikit kalsium dan lebih banyak sodium. Jadi sesering mungkin, hidangkan sayuran segar bagi keluarga, sehingga mereka terbiasa terhadap rasa yang lebih bervariasi dan lebih kuat.

Mengukus sayuran melindungi lebih banyak zat gizi dan rasa sayuran segar daripada direbus yang melarutkan beberapa zat gizi ke dalam air. Memasak menggunakan microwave juga melindungi zat gizi pada sayuran.

Hindari memotong sayuran terlalu lama sebelum dimasak. Jarak yang terlalu lama antara saat memotong sayuran atau buah dengan memasak bisa menimbulkan kerusakan. Alasannya, potongan sayur maupun buah dapat terpapar papas, cahaya, dan oksigen, si perusak zat gizi. Lebih baik potong sayuran atau buah saat akan dimasak atau dimakan.

Menurut Melinda Hemmelgarn, MS, RD, ahli ilmu gizi lanjutan seperti dikutip University of Missouri Extension, panas, cahaya, dan oksigen merupakan tiga perusak alami vitamin pada buah dan sayuran. Walau demikian, memasak (dengan proses yang minimal) dan metode penyimpanan dapat mempertahankan zat gizi.

Untuk itu, Good Health & Medicine membagi tip bagi Anda untuk mendapat manfaat yang optimal dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi.

Menyimpan Makanan

Konsumsi buah paling baik adalah saat sudah matang. Buah yang terlalu matang mengandung lebih banyak gula, sehingga kadar indeks glikemiknya (IG) lebih tinggi. Indeks glikemik merupakan ukuran seberapa cepat karbohidrat dicerna, masuk kedalam aliran darah, dan meningkatkan kadar gula darah.

Makanan dengan IG rendah masuk ke aliran darah secara perlahan dan tidak terlalu cepat memicu respon insulin, sehingga membuat kadar gula darah lebih stabil.

Ahli gizi, Judith Wills, penulis buku The Food Bible, menyarankan untuk menyimpan buah, sayuran, dan salad dalam kondisi dingin dan gelap seperti dalam lemari es atau pantry.”Cahaya dan panas akan merusak vitamin B dan C. Menyimpan buah dalam mangkuk besar di atas meja sangat tidak disarankan,” ujar Wills.

Dibekukan

Berlawanan dengan keyakinan pada umumnya, buah dan sayuran beku kerap mengandung lebih banyak zat gizi daripada yang segar. Hal ini karena pangan tersebut dibekukan segera setelah dipanen.

Asosiasi konsumen di Inggris menguji sejumlah buah dan sayuran yang telah disiapkan seperti kol brussel dan melon potongan dengan menggunakan kadar vitamin C sebagai indikasi seberapa segar dan bergizinya makanan itu.

Mereka menjumpai, beberapa di antaranya memiliki kurang dari setengah jumlah vitamin C yang dikandung saat baru dipanen.

Direbus dan Dikukus

Selain membuat makanan terasa lebih enak, memasak akan melemahkan struktur tumbuhan, membuat zat gizi sayuran labih mudah diserap tubuh manusia. Sayang, beberapa metode pemasakan dapat secara negatif memengaruhi nilai nutrusi itu.

Merebus sayuran dapat menghiiangkan vitamin C dan beberapa vitamin B yang memang bersifat larut air. Merebus dalam waktu lama juga dapat memengaruhi indeks glikemik makanan.

Menurut ahli diet, Nigel Denby,  “IG dipengaruhi oleh zat pati seperti amilosa dalam nasi. Zat pasti akan dipecah bila dimasak terlalu lama, membuatnya lebih mudah dicerna dan gula dapat dilepaskan dengan cepat ke aliran darah.” Mengukus mempertahankan zat gizi hingga sekitar 82 persennya.

Digoreng

Tak dipungkiri, menggoreng akan menambah kalori pada makanan. Meski begitu, menggunakan minyak dalam jumlah moderat bisa menjadi cara menyehatkan. Selain cepat matang juga meminimalkan kerusakan akibat panas. “Menggoreng akan menahan vitamin B dan vitamin C yang larut air,” ujar Wills.

Sayuran yang tinggi karotenoid (kelompok antioksidan) lebih baik dimasak atau dimakan dengan sedikit minyak. sementara wortel atau tomat baik bila ditumis.

Dipanggang atau Dibakar

Metode ini merupakan alternatif yang lebih sehat ketimbang menggoreng. Menggunakan alas memasak dengan rak secara khusus akan efektif terutama untuk daging olahan.

Wills setuju bahwa metode ini merupakan pilihan paling menyehatkan, tetapi perlu ditekankan bahwa membakar makanan terlalu lama hingga menimbulkan warna kehitaman bisa menghasilkan bahan kimia pencetus kanker.

Menggunakan Microwave

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa memasak menggunakan microwave merupakan cara paling efektif untuk mempertahankan vitamin larut air seperti vitamin C karena paparan panas berkurang dan sedikit air digunakan.

Sayang, hal ini dapat merusak antioksidan larut lemak. Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of The Science of Food and Agriculture mengungkapkan, brokoli yang dimasak dengan microwave kehilangan antioksidan hingga 97 persen.

Ditumbuk

Kentang tumbuk atau pure tidak hanya menambah kalori bila ditambah susu dan mentega, juga meningkatkan indeks glikemik. Makanan yang dipecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, juga dicerna lebih cepat. Bila sulit menghindarinya, coba mencampurnya dengan jeruk.

Dipanaskan Kembali

Saat Anda memanaskan masakan untuk kedua kalinya, tak terelakkan lagi, akan lebih banyak zat gizi yang rusak. Bila makanan perlu disimpan, Wills menekankan harus didinginkan dulu dan segera disimpan di lemari es atau freezer. “Tutup dan simpan di tempat yang dingin. Vitamin B dan C akan berkurang jika makanan dibiarkan hangat terlalu lama atau terlalu panas,” ungkap Wills.

Konsumsi Mentah

Ahli gizi Patrick Holford meyakini konsumsi makanan mentah seperti wortel atau bit akan memaksimalkan kandungan gizinya karena antioksidan sensitif terhadap panas dan air. Namun, ada efek sebaliknya dari mengonsumsi makanan mentah. “Bisa sulit dicerna karena serat perlu dipanaskan supaya lunak. Proses memasak juga membuat beberapa zat gizi lebih mudah tersedia seperti likopen pada tomat,” ujarnya. Buah paling baik dikonsumsi mentah atau segera dimakan setelah dipotong.

Selamatkan Air Rebusannya

Beberapa saran untuk mempertahankan nutrisi dalam makanan yang dimasak seperti dikutip dari situs Better Health Channel ini.

• Simpan makanan secara tepat seperti menjaga makanan dingin tetap dingin dan menutup beberapa jenis makanan dalam tempat kedap udara.
• Cuci atau gosok sayuran, bukan mengupasnya.
• Gunakan daun sayuran paling luar lebih dulu, misalnya kubis atau daun selada, kecuali daun sudah layu atau sudah tidak enak.
• Masak sayuran dengan mikrowave, mengukus, membakar, atau memanggang ketimbang merebusnya.
• Bila Anda merebus sayuran, selamatkan air yang mengandung zat gizi untuk membuat sup.
• Gunakan bahan-bahan segar bila memungkinkan.
• Masak makanan dengan cepat.

Pastikan…

• Tidak merendam sayuran mentah dalam air. Tindakan ini dapat menyebabkan vitamin yang larut air akan hilang.
• Tidak membiarkan buah menjadi terlalu matang. Buah yang terlalu matang atau ranum akan meningkatkan indeks glikemik secara drastis.
• Tidak meninggalkan makanan yang telah dimasak semalaman dan kemudian memanaskannya.
• Tidak memasak makanan yang mengandung zat pati seperti kentang terlalu matang. Hal ini dapat meningkatkan kadar indeks glikemik.
• Tidak memotong sayuran dalam ukuran kecil. Permukaan potongan sayur atau buah bisa terpapar papas, cahaya, dan oksigen yang bisa merusak zat gizi.
• Selalu menggunakan pisau tajam. Menggunakan pisau tumpul saat memotong sayuran segar dapat menyebabkan kerusakan sel yang akhirnya menimbulkan kehilangan vitamin C.

Hanya Memperpanjang Kualitas

Lemari pendingin menjadi tempat baik untuk menyimpan makanan. Apa Anda tahu makanan apa saja yang sebaiknya tidak dimasukkan ke lemari pendingin atau kulkas? Kapan Anda mesti memasukkan makanan ke dalam kulkas? Dan berapa lama makanan tetap aman dan segar dalam kulkas?

• Kulkas sebaiknya dipasang pada suhu 4 derajat Celsius atau kurang. Suhu ini cukup membantu memperlambat proses enzimatik dan pertumbuhan bakteri, tetapi tidak terlalu dingin untuk memengaruhi kualitas makanan dengan adanya kristal es yang terbentuk. Ada baiknya memasang termometer kulkas guna memastikan suhu yang cukup rendah bagi keamanan pangan.

• Selalu tutup makanan dalam lemari es. Udara di dalam kulkas sangat kering, sehingga makanan akan mudah kering, kehilangan kualitas, dan menjadi tidak menarik dalam waktu singkat. Menutup makanan juga mencegah makanan lunak seperti produk susu menyerap bau dari makanan lain, seperti kubis.

• Suhu dingin kulkas memperlambat proses enzim dalam makanan dan juga reproduksi bakteri. Hal ini memperpanjang kualitas, rasa, dan tekstur makanan, serta menjaga makanan aman lebih lama. Patut diperhatikan bahwa kulkas tidak membunuh bakteri dan tak dapat memperbaiki kualitas makanan.

• Jangan mengisi kulkas terlalu penuh. Pastikan selalu ada ruang yang cukup antara makanan yang bisa membuat udara bebas bersirkulasi di antaranya. Dengan begitu, suhu akan lebih merata.

• Gunakan termometer kulkas untuk mengecek suhu kesegaran dan rak-rak. Bagian paling dingin dalam kulkas bukan tempat untuk menyimpan makanan yang rentan seperti daun selada dan buah lembut misalnya pepaya.

• Makanan yang perlu didinginkan sebaiknya dimasukkan ke kulkas setidaknya dalam waktu 2 jam setelah dimakan untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

• Bersihkan kulkas setiap tiga minggu sekali. Buang sayur, buah, dan makanan yang sudah tidak dapat dikonsumsi.

Tuesday, October 14, 2014

Tumis Tempe Sosis Asam Manis



Bahan :
500 gr tempe, potong kotak-kotak
5 buah sosis, iris serong tipis
2 batang daun bawang, iris 1 cm
3 sdm minyak wijen
1 buah bawang bombay ukuran sedang, iris tipis
3 siung bawang putih
5 buah cabe merah
5 sdm saos tomat
saos cabai secukupnya
kecap penyedap rasa secukupnya
lada bubuk secukupnya
garam secukupnya
gula pasir secukupnya
air secukupnya
Cara membuat :
1. Goreng tempe 1/2 matang, sisihkan.
2. Tumis bawang bombay dan bawang putih bersama minyak wijen sampai harum. Masukkan cabai merah, sosis, tempe, lalu aduk-aduk.
3. Masukkan lada bubuk, saos tomat, saos sambal dan kecap penyedap rasa, garam dan gula, aduk sampai rata. Beri air, masak hingga mengental dan bumbu menyerap.
4. Taburkan daun bawang. Aduk rata, angkat dan hidangkan panas-panas.

Saturday, October 11, 2014

Soto Sabrang Madura


Bahan:
* 500 gr babat
* 500 gr usus
* 1 ruas ibu jari jahe
* ½ sdm merica
* 5 bh bwg putih
* 4 btg daun bawang, potong2 memanjang dan digoreng hg kering

Pelengkap:
* Soun
* Bumbu kacang: kacang goreng, digerus halus, lalu tambahkan petis ikan
* Lontong/ketupat
* Singkong (Sabrang), kukus
* Taoge pendek, goreng kering
* Jeruk nipis, bawang goreng, kecap manis, irisan daun bawang

Cara Membuat:
1. Rebus babat dan usus sampai empuk
2. Haluskan bawang putih dan merica, kemudian tumis hingga harum
3. Masukkan ke dlm rebusan babat dan usus, tambahkan jahe
4. Rebus terus hingga bumbu meresap
5. Lalu masukkan daun bawang goreng

Cara Penyajian:
1. Tata lontong, singkong yg sdh dipotong kecil2, soun, dlm mangkuk
2. Lalu tambahkan 4 sdm bumbu kacang dan bila menghendaki pedas bisa ditambakan cabe rawit waktu menggerus kacang
3. Siram kuah berikut babat dan usus
4. Taburi taoge goreng, daun bawang dan bawang goreng
5. Beri kecap manis, dan irisan jeruk nipis

Perut Lembu Masak Jawa


Bahan-Bahan:
600 gm perut lembu
2 cm halia
3 sudu besar cili kering (dimesin)
3 sudu besar minyak
3 cawan kelapa
4 labu bawang merah
1 batang serai
2 keping asam gelugur
Garam secukup rasa

Cara:
Rebus perut hingga empuk dan potong selebar 2.5 cm x 4 cm. Tumbuk 2 labu bawang merah bersama halia dan serai. Panaskan minyak dalam periuk. Tumis 2 labu bawang merah. Apabila layu masukkan ramuan yang ditumbuk dan kacau selalu. Masukkan cili kering, santan, asam gelugur dan garam. Masukkan perut lembu dan kacau sehingga kuah mendidih.

Friday, October 10, 2014

Salad Pepaya Hijau


Bahan-bahan:
- 1 bh Pepaya mentah di rajang spt korek api
- 1 Bangkuang rajang spt korek api (OPTIONAL nih - kalo ngga ada yah cuek aja)
- 1 cup udang di kupas, belah dadanya, di rebus sebentar sampai berwarna pink
- 1 cup daging dada ayam rebus disobek-sobek
- 10 lembar Daun seledri di rajang kasar-kasar (*daunnya aja lho.... kalo dapetnya yang batangnya gedhe, beli yang banyak daunnya, dan pake daunnya aja... rasanya persis kayak seledri deh, kalo ngga ada pake cilantro will be just as great)
- 1/2 cup kecap ikan (fish sauce) + dicampur ama 4 bawang putih yang dirajang haluuus
- 6 sdm gula pasir atau sesuai selera
- 6 sdm air jeruk nipis
- 5 buah cabe rawit merah diiris spt korek api (*Ria... kalo doyan pedes bisa campurin sekalian tuh biji-bijinya)

Cara:
Aduk semua bahan campur jadi satu... cicipi, tambahkan gula sedikit lagi kalau perlu, sesuai selera. Rasanya asam- pedas dan manis... segar sekali rasanya, cantik sekali rupanya.. plus..praktis dan rendah kalori!!! *Salad ini cantik dan keren untuk arisan ibu-ibu... and buat yang ngga lagi diet kalo mo lebih fancy lagi bisa ditaburi bawang goreng, kacang goreng, serta emping... :)

Selamat mencoba